Garden leave adalah istilah yang semakin sering muncul dalam diskusi HR dan ketenagakerjaan modern, terutama ketika perusahaan ingin melindungi rahasia bisnis dari risiko kebocoran akibat perpindahan karyawan.
Dalam praktiknya, garden leave kerap digunakan sebagai strategi mitigasi saat karyawan resign dari posisi strategis, namun konsep ini belum banyak dipahami oleh manajemen maupun HR.
Artikel ini akan membahas secara komprehensif pengertian garden leave, tujuan penerapannya, landasan hukumnya di Indonesia.
Apa Itu Garden Leave?
Garden leave adalah kebijakan perusahaan yang mengharuskan karyawan yang sedang menjalani masa pemberitahuan pengunduran diri atau notice period untuk tidak lagi menjalankan aktivitas kerja, meskipun secara administratif masih tercatat sebagai karyawan dan tetap menerima gaji serta hak lainnya.
Dalam konteks HR, gardening leave biasanya diterapkan pada karyawan dengan akses terhadap informasi sensitif, klien strategis, atau rahasia bisnis penting.
Selama periode ini, karyawan tidak diperkenankan bekerja di perusahaan lain atau mengakses sistem internal perusahaan.
Tujuan dan Fungsi Garden Leave bagi Perusahaan
Penerapan garden leave bukan tanpa alasan. Kebijakan ini memiliki fungsi strategis untuk menjaga keberlangsungan dan keamanan bisnis perusahaan.
1. Melindungi Rahasia Perusahaan
Salah satu tujuan utama garden leave adalah melindungi rahasia perusahaan. Mengacu pada Pasal 23 UU No. 5 Tahun 1999, rahasia perusahaan mencakup informasi bernilai ekonomi yang bersifat tidak umum, dijaga kerahasiaannya, dan digunakan untuk kepentingan usaha.
Ketika karyawan yang memiliki akses ke informasi tersebut akan keluar dari perusahaan, garden leave menjadi jeda waktu krusial untuk mengamankan data, mengalihkan tanggung jawab, serta memutus akses sistem secara bertahap.
2. Mencegah Konflik Kepentingan dan Persaingan Tidak Sehat
Garden leave juga berfungsi mencegah konflik kepentingan, terutama jika karyawan berpindah ke kompetitor langsung.
Tanpa jeda waktu yang memadai, risiko pemanfaatan pengetahuan internal untuk keuntungan pihak lain menjadi jauh lebih besar.
Dengan garden leave, perusahaan memiliki ruang waktu untuk memastikan tidak terjadi praktik persaingan usaha tidak sehat yang dapat merugikan bisnis.
3. Menjaga Stabilitas Internal Perusahaan
Kepergian karyawan dari posisi strategis dapat menimbulkan ketidakpastian internal. Garden leave membantu perusahaan menjaga stabilitas operasional, memberi waktu untuk proses transisi, serta memastikan alur offboarding berjalan tertib dan profesional.
Apakah Garden Leave Diatur dalam Hukum Ketenagakerjaan Indonesia?
Secara eksplisit, istilah garden leave memang tidak disebutkan dalam peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan di Indonesia.
Namun, praktik ini memiliki keterkaitan erat dengan regulasi yang mengatur kewajiban dan sanksi bagi karyawan.
Salah satunya tercantum dalam Pasal 52 Ayat (2) huruf i PP No. 35 Tahun 2021, yang mengatur sanksi bagi karyawan yang melanggar kewajiban kerja, termasuk membocorkan rahasia perusahaan.
Dengan demikian, garden leave dapat dipahami sebagai langkah preventif perusahaan untuk meminimalkan risiko pelanggaran tersebut.
Risiko Jika Proses Rekrutmen Tidak Ketat
Meski garden leave berfungsi sebagai mitigasi, ketergantungan berlebihan pada kebijakan ini justru bisa menandakan adanya celah di proses rekrutmen, contohnya adalah:
Potensi Merekrut “Kutu Loncat”
Kandidat dengan riwayat berpindah kerja dalam waktu singkat cenderung memiliki risiko loyalitas rendah.
Jika tidak terdeteksi sejak awal, perusahaan berpotensi menghadapi siklus resign berulang yang memicu kebutuhan garden leave secara terus-menerus.
Risiko Kandidat dengan Riwayat Integritas Buruk
Tanpa proses seleksi dan verifikasi yang mendalam, perusahaan berisiko merekrut individu dengan rekam jejak integritas yang buruk.
Pada posisi strategis, hal ini dapat berujung pada kebocoran data atau konflik hukum serius.
Meminimalisir Risiko Garden Leave dengan Rekrutmen yang Tepat
Alih-alih hanya mengandalkan garden leave sebagai “tameng terakhir”, perusahaan sebaiknya fokus pada pencegahan sejak tahap awal rekrutmen.
Filter Integritas Sejak Awal Rekrutmen
Proses rekrutmen yang baik tidak hanya menilai kompetensi teknis, tetapi juga integritas, etika kerja, dan konsistensi karier kandidat.
Interview berbasis perilaku, referensi kerja, dan background check menjadi komponen penting dalam tahap ini.
Peran Abhitech sebagai Mitra Rekrutmen Terpercaya
Sebagai mitra rekrutmen terpercaya, Abhitech membantu perusahaan meminimalisir risiko jangka panjang dengan pendekatan seleksi yang komprehensif, terstruktur, dan berbasis kebutuhan bisnis nyata.
Layanan Recruitment Abhitech untuk Perusahaan
Abhitech menyediakan layanan rekrutmen profesional yang dirancang untuk membantu perusahaan mendapatkan talenta berkualitas sekaligus menjaga keamanan bisnis.
1. Proses Rekrutmen Terstruktur dan Profesional
Setiap tahapan seleksi dirancang sistematis, mulai dari analisis kebutuhan posisi, penyaringan CV, hingga interview mendalam berbasis kompetensi dan perilaku.
2. Background Check Super Ketat
Abhitech menerapkan background check menyeluruh untuk memverifikasi riwayat kerja, integritas, dan reputasi kandidat, terutama untuk posisi strategis dan sensitif.
3. Pendekatan Rekrutmen Sesuai Kebutuhan Bisnis
Tidak ada solusi rekrutmen yang bersifat satu ukuran untuk semua. Pendekatan Abhitech disesuaikan dengan industri, budaya perusahaan, dan risiko spesifik yang ingin diminimalkan.
Kapan Perusahaan Perlu Mempertimbangkan Rekrutmen Profesional?
Perusahaan sebaiknya mempertimbangkan menggunakan jasa rekrutmen profesional jika menghadapi kondisi berikut:
- Mengisi posisi strategis dan sensitif.
- Mengalami tingkat turnover yang tinggi.
- Memiliki kekhawatiran terhadap kebocoran rahasia perusahaan.
Dalam situasi ini, investasi pada proses rekrutmen yang tepat jauh lebih efektif dibanding mengandalkan garden leave sebagai solusi jangka pendek.
Percayakan Rekrutmen yang Aman dan Berkelanjutan kepada Abhitech
Pada prinsipnya, garden leave merupakan langkah mitigasi risiko, bukan solusi fundamental. Perlindungan terbaik bagi perusahaan tetap terletak pada proses rekrutmen yang dirancang secara cermat, terstruktur, dan berorientasi jangka panjang.
Melalui pendekatan rekrutmen yang profesional dan berbasis integritas, Abhitech membantu perusahaan membangun tim kerja yang stabil, andal, serta selaras dengan kebutuhan bisnis.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan rekrutmen Abhitech, silakan hubungi tim kami dan jelajahi halaman blog untuk memperoleh insight seputar perkembangan HR di Indonesia.
Frequently Asked Questions (FAQ)
1. Apa itu garden leave?
Garden leave adalah kebijakan perusahaan yang membebaskan karyawan dari tugas kerja selama masa notice period, namun tetap memberikan gaji dan hak lainnya.
2. Apakah garden leave sama dengan cuti berbayar?
Tidak. Garden leave bukan cuti, melainkan pembebasan tugas sementara dengan pembatasan aktivitas kerja dan akses informasi perusahaan.
3. Apa saja peraturan terkait garden leave?
Istilah garden leave tidak diatur secara eksplisit, namun praktiknya berkaitan dengan kewajiban karyawan dan sanksi pelanggaran, seperti yang diatur dalam PP 35/2021.
4. Mengapa garden leave sering diterapkan pada posisi strategis?
Karena posisi strategis memiliki akses terhadap rahasia perusahaan, klien, dan data penting yang berisiko disalahgunakan saat karyawan berpindah kerja.










