Apa itu WFH? WFH menjadi topik yang semakin relevan seiring perubahan sistem kerja modern.

Perusahaan kini tidak lagi terpaku pada pola kerja konvensional di kantor, melainkan mulai mengadopsi model kerja yang lebih fleksibel, salah satunya Work From Home (WFH).

Di Indonesia, skema WFH kerap diterapkan pada kondisi tertentu, termasuk selama bulan Puasa, ketika perusahaan menyesuaikan ritme kerja karyawan agar tetap produktif.

Penerapan WFH bukan sekadar kebijakan sementara, melainkan bagian dari transformasi dunia kerja yang membutuhkan pengelolaan profesional, kepastian hukum, serta dukungan sistem SDM yang adaptif.

Apa Itu WFH (Work From Home)?

Secara umum, WFH (Work From Home) adalah sistem kerja di mana karyawan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dari rumah atau lokasi di luar kantor, dengan dukungan teknologi komunikasi digital.

Dalam skema ini, hubungan kerja tetap berjalan normal, baik dari sisi jam kerja, target, hingga tanggung jawab, meskipun tidak dilakukan secara fisik di kantor perusahaan.

Oleh karena itu, sistem ini banyak digunakan pada situasi tertentu, seperti kondisi darurat, efisiensi operasional, atau penyesuaian jam kerja di momen khusus.

Perbedaan WFH, Remote Working, dan Hybrid

Meski sering disamakan, ketiganya memiliki perbedaan mendasar:

  • WFH (Work From Home): Karyawan bekerja dari rumah dengan jam kerja dan aturan yang umumnya masih mengikuti kebijakan kantor.
  • Remote Working: Karyawan dapat bekerja dari mana saja (tidak terbatas rumah), bahkan lintas kota atau negara.
  • Hybrid Working: Kombinasi antara bekerja dari kantor dan bekerja jarak jauh (WFH atau remote) dengan jadwal tertentu.

Pemahaman perbedaan ini penting agar perusahaan dapat menetapkan kebijakan kerja yang tepat dan sesuai kebutuhan operasional.

Perkembangan Sistem WFH di Indonesia

Perkembangan sistem WFH di Indonesia

Penerapan work from home Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Awalnya bersifat situasional, kini WFH mulai menjadi bagian dari strategi manajemen SDM di berbagai sektor industri.

Faktor Pendorong WFH Digunakan Secara Luas

Beberapa faktor utama yang mendorong adopsi WFH antara lain:

  • Kemajuan teknologi digital dan sistem kolaborasi online.
  • Kebutuhan efisiensi biaya operasional perusahaan.
  • Perubahan ekspektasi tenaga kerja terhadap fleksibilitas kerja.
  • Fokus perusahaan pada produktivitas berbasis output, bukan kehadiran fisik.

Transformasi ini membuat perusahaan perlu menyesuaikan kebijakan ketenagakerjaan secara lebih adaptif.

Temukan artikel menarik seputar Outsourcing dari Abhitech!

Penerapan WFH di Momen Tertentu

Di Indonesia, WFH sering diterapkan pada kondisi tertentu, seperti:

  • Bulan Puasa untuk menyesuaikan jam kerja karyawan.
  • Situasi darurat atau kebijakan internal perusahaan.
  • Upaya menjaga work-life balance tanpa menurunkan produktivitas.

Penerapan semacam ini menunjukkan bahwa WFH bersifat fleksibel, namun tetap memerlukan pengaturan yang jelas.

Aturan dan Dasar Hukum WFH di Indonesia

Hingga saat ini, belum terdapat regulasi khusus yang secara eksplisit mengatur WFH. Namun, pelaksanaannya tetap berada dalam koridor hukum ketenagakerjaan Indonesia.

WFH diatur secara tidak langsung melalui:

Artinya, meskipun lokasi kerja berubah, hak dan kewajiban pekerja tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tantangan dan Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Sistem WFH

Penerapan WFH tidak lepas dari tantangan yang perlu dikelola secara strategis oleh perusahaan.

Pengaturan Jam Kerja dan Produktivitas

Tanpa pengawasan langsung, perusahaan perlu memastikan:

  • Jam kerja tetap sesuai kesepakatan.
  • Target dan indikator kinerja terukur dengan jelas.
  • Mekanisme lembur dan pelaporan kerja tetap transparan.

Pengelolaan yang tidak tepat berisiko menurunkan produktivitas maupun menimbulkan konflik ketenagakerjaan.

Status Hubungan Kerja dan Kontrak

WFH tidak mengubah status hubungan kerja karyawan. Oleh karena itu:

  • Kontrak kerja tetap berlaku sebagaimana mestinya.
  • Hak atas upah, lembur, dan jaminan sosial tidak boleh diabaikan.
  • Ketentuan kerja jarak jauh sebaiknya dituangkan secara tertulis dalam kebijakan perusahaan.

Pendekatan ini membantu perusahaan menjaga kepatuhan hukum sekaligus melindungi karyawan.

Peran Outsourcing dalam Mendukung Sistem WFH

Dalam praktiknya, perusahaan kerap menerapkan sistem kerja WFH bagi pegawai outsourcing sebagai bagian dari skema kerja fleksibel.

Fleksibilitas Skema Kerja melalui Outsourcing

Outsourcing memungkinkan perusahaan:

  • Menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja secara dinamis
  • Mengurangi beban administrasi SDM.
  • Tetap menjaga produktivitas tanpa menambah struktur internal.

Dengan skema ini, perusahaan dapat lebih fokus pada bisnis inti.

Abhitech sebagai Mitra Outsourcing yang Adaptif

Bagi perusahaan yang beroperasi di wilayah ibu kota dan sekitarnya, kebutuhan akan outsourcing Jakarta semakin meningkat seiring penerapan sistem kerja hybrid dan WFH.

Sebagai penyedia layanan outsourcing terpercaya, Abhitech memahami dinamika tersebut. Abhitech membantu perusahaan merancang skema kerja yang fleksibel, patuh hukum, dan selaras dengan kebutuhan operasional.

Tingkatkan Efisiensi Bisnis dengan Aman dari Ahli Outsourcing Berpengalaman

Solusi Outsourcing Fleksibel untuk Sistem WFH Bersama Abhitech

WFH adalah bagian dari evolusi dunia kerja yang tidak dapat dihindari. Agar penerapannya berjalan optimal, perusahaan perlu memastikan pengelolaan SDM dilakukan secara profesional dan terstruktur.

Melalui solusi Outsourcing Services yang fleksibel, Abhitech siap menjadi mitra strategis dalam mendukung sistem kerja WFH di perusahaan Anda.

Untuk mendiskusikan kebutuhan bisnis secara lebih spesifik, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan tim Abhitech.

Selain itu, temukan insight seputar manajemen SDM dan outsourcing melalui halaman blog Abhitech sebagai referensi terpercaya.

FAQ Seputar WFH

1. Apakah itu WFH?

WFH adalah sistem kerja di mana karyawan menjalankan tugasnya dari rumah atau lokasi di luar kantor dengan tetap terikat pada aturan perusahaan.

2. Jenis pekerjaan apa saja yang bisa WFH?

Pekerjaan berbasis digital seperti administrasi, IT, customer support, keuangan, pemasaran digital, dan analisis data umumnya dapat dilakukan dengan skema WFH.

3. Apa perbedaan antara WFH dan WFA?

WFH berarti bekerja dari rumah, sedangkan WFA (Work From Anywhere) memungkinkan karyawan bekerja dari lokasi mana pun tanpa batasan tempat tertentu.